Intelijen maritim multi-agen
VARUNA memfusikan deteksi radar Sentinel-1 dengan lintasan AIS menjadi satu berkas bukti. Statusnya dihitung server dari artefak nyata, bukan ditebak model — dan kalau bukti kurang, sistem menahan diri.
Tanpa login — satu klik memasang peran (cookie 12 jam). Menulis hanya boleh oleh peran yang berwenang.
- 0,854
- F1 deteksi lepas pantai
- 24/24
- skenario red-team tertangkap
- 0
- klaim tanpa artefak lolos
Sumber: e1-hasil.json · e7-redteam.json · e7-loo.json
Bukti, bukan ilustrasi
Potongan band VH dari scene Sentinel-1 yang benar-benar diunduh. Penanda amber menandai pusat deteksi — sebuah lambung yang terlihat radar tanpa satu pun pesan AIS. Provenans tiap piksel dapat ditelusuri lewat /api/artifacts.
01 Masalah
Antara 72 dan 76 persen kapal ikan industri dunia tidak terlacak publik. Mereka mematikan transponder AIS tepat sebelum masuk zona sasaran, memalsukan posisi, lalu menukar identitas. Kapasitas patroli Indonesia untuk 6,4 juta kilometer persegi laut justru menyusut.
02 Cara kerja
Citra radar Sentinel-1 mendeteksi lambung kapal tanpa peduli sinyal AIS mati. Lapisan sebelas agen mengorelasikan deteksi itu dengan lintasan AIS, memeriksa perilaku, lalu menyusun berkas. Yang tidak dikerjakan agen: memutus status — itu dihitung server dari artefak yang ada.
03 Bukti
PASHA Gate menolak klaim yang artefaknya tidak ada, menyaring kata bernada putusan, dan menahan status jadi ABSTAIN saat bukti kurang atau berkonflik. Status terkonfirmasi menuntut dua sensor independen dan pelanggaran zona — analog operasional asas minimum pembuktian, bukan vonis.
04 Empat layar
Pusat Komando untuk analis, Patroli untuk lapangan, Konsol Skenario untuk memutar ulang investigasi, Portal Publik untuk agregat tanpa identitas. Satu aplikasi web; hasil pemeriksaan patroli kembali menjadi kalibrasi sistem, menutup siklusnya.